MENU MAKAN SIANG RESTORAN FKIP UKI *
“Yeeee.... Aku ternyata lulus tes dan diterima menjadi mahasiswa baru FKIP-UKI, program studi Matematika. Walau begitu senang, aku berusaha tidak terlihat girang berlebihan, karena malu sama sepupu yang menemaniku melihat pengumuman. Besoknya aku langsung melunasi pembayaran cicilan pertama dan meminta ketentuan OSPEK—ternyata di UKI programnya disebut PPMB (Program Pembinaan Mahasiswa Baru), mengambil jaket almamater, bertemu dengan Dina, teman SD yang masuk FK. Kamipun segera pulang untuk mempersiapkan peralatan PPMB. Yang paling ‘ribet’ adalah mencari baju putih, yang memang tidak kubawa dari daerahku. Mau berburu ke pasar, aku belum tahu di mana. Untung ada tetangga yang punya dan bersedia meminjamkan. Terima kasih tetangga...
Pada hari pertama PPMB tanggal 24 agustus 2010, aku duduk disamping Dina dan teman-temannya yang rata – rata masuk FK juga. Jadi saat itu aku dapat beberapa teman baru bernama Odon, Fahri, Aldens, Nadia, Letta dan Hanna. Selesai PPMB hari pertama, aku pulang pulang naik bus P9BA ke arah Bekasi Barat. Kebanyakan penumpang bus itu juga mahasiswa UKI yang rumahnya di Rawalumbu—benar nggak ejaannya? Kalau salah, maf ya teman – teman yang tinggal di daerah itu.
Pada hari kedua PPMB ruangannya dibagi dua: wilayah merah dan biru. Aku di wilayah biru, dan temen disampingku lain dengan yang kemarin. Cuma satu yang kukenal, yaitu Nina. Lalu aku berkenalan dengan beberapa teman baru, yaitu Irene dari Sastra, Dianti dari Hukum, Geysa dari Fisipol, dan Lucy dari Ekonomi—ternyata rumah Lucy berdekatan dengan rumah sepupuku. Di akhir PPMB hari kedua, kami mengikuti panitia PPMB fakultas masing-masing untuk menerima pengarahan PPMB hari ketiga.
Hari ketiga PPMB adalah hari pertama khusus PPMB Fakultas. Kemarin, di akhir PPMB hari kedua, kami mahasiswa baru FKIP disuruh membawa makan siang dengan menu awan berkumpul, ayam berlumpur, tahu tempe cinta, sayur stempel Cina, buah malam minggu, coklat segitiga, coklat kerajaan, minuman sehat FKIP rasa coklat, stroberi, dan vanila. Jujur saja, aku panik disuruh mempersiapkan menu yang seumur hidupku belum ketemu menu makan siang seperti itu selain di ‘restoran’ FKIP UKI.
Akhirnya aku diantar hingga bawah jembatan penyebrangan. Karena aku tiba tidak tepat waktu, aku disuruh berbaris di kelompok barisan terlambat, yang dibedakan dari barisan mahasiswa baru yang datang tepat waktu. Di antara teman-teman yang terlambat itu, aku sempet berkenalan dengan Nova, anak Bahasa Inggris. Ternyata barisan yang dibikin–bikin sama Kak Naomi–kakak tingkat yang ambil bagian penting di PPMB ini—dijadikan menjadi barisan upacara. Aku menjadi protokolnya, pembinanya salah seorang dosen muda FKIP UKI. Aku jadi grogi (gimanaaaaa..... gitu….). Soalnya, pembinanya ganteng (jangan GR lho, Sir, hahahaha....). Begitu upacara selesai, menu makan siang yang sudah ditentukan kemarin diperiksa. Ternyata awan berkumpul adalah nasi putih; ayam berlumpur sama dengan ayam kecap; sayur stempel Cina berarti cap cay; tahu tempe cinta sama dengan tahu yang dipotong bentuk love; buah malam minggu adalah apel, coklat segitiga adalah toblerone; coklat kerajaan adalah silverqueen; dan minuman sehat FKIP adalah susu.
Untuk hari keempat PPMB mahasiswa baru disuruh membawa tas tukang asongan. Setelah itu kita senam. Sebelum senam, seperti biasa, kami disuruh membuat barisan dulu. Aku ketahuan ngobrol ketika sedang membuat barisan itu. Sebenernya aku cuma menjawab pertanyaan temen sebelah dengan tiga kata—“gue gag tau’. Walau begitu Kak Naomi menyuruhku menghadap Kak Sepri dan Kak Eca. Untung;ah kakak – kakak itu baik, aku cuma “dimarahin” sedikit–kusadari, aku juga sih yang salah, aku ketawa–ketawa kecil waktu diingatkan agar jangan ngobrol lagi kalau bukan pada tempatnya. Kemudian aku kembali ke barisan yang kini dirapikan untuk pemeriksaan kehadiran oleh Kak Heny Lisa. Aku senang sama Kak Heny Lisa, yang tidak ‘ribet’ dan tidak suka ngatur-ngatur berlebihan. Senam yang mimpin Ibu Liestari pun dimulai dan berlangsungn sekitar 30.
Pada hari kelima PPMB tanggal 28 Agustus 2010 seluruh mahasiswa baru kembali disatukan untuk mengikuti KKR. Kami juga mendengar “sharing” beberapa Alumni UKI yang sudah sukses, seperti Bapak Irman Gusman (ketua DPD RI), Bapak Yapto Soelistyo S. (Ketua Partai Patriot). Acara kemudian dilanjutkan dengan Open House UKM-UKI.
Lima hari mengikuti PPMB, aku memperoleh pengalaman luar biasa. Mudah-mudahan, saran, ide dan semangat yang kuperoleh dari acara itu tetap bergelora dalam diriku selama bermahasiswa di UKI.
Salam VIVA UKI.
* MENU MAKAN SIANG RESTORAN FKIP UKI [Pemenang VI Lomba Esai Kreatif Pada Acara Program Pembinaan Mahasiswa Baru FKIP-UKI 2010/2011]




