SI BIRU *


Mitra dan sekaligus unsurku si Coklat adalah yang paling pertama mempelopori eksistensiku (si Biru). Untuk tahun ini si Coklat sangat banyak diminati masyarakat karena  reputasinya sebagai penghasil pahlawan-pahlawan tanpa tanda jasa yang handal semakin mencuat. Selama 57 tahun, tanpa henti mottoku diimplementasikan melalui si Coklat ini dengan cara mencerdaskan anak-anak bangsa yang kemudian, setelah lulus, mencerdaskan anak-anak bangsa lainnya.

Selama puluhan tahun, si Coklat ini termasuk kurang diminati masyarakat. Oleh karena itu, Aku berniat mencari tahu. Lalu aku bertanya kepada salah satu warga baru si Coklat. ”Mengapa anda lebih memilih aku dibandingkan warna lainnya? Apakah kamu terdesak karena kamu tidak masuk ke perguruan tinggi negeri dan satu-satunya pilihan terakhir adalah aku”. Warga baru si Coklat itu merespon, ”Aku pernah mengikuti PM (persekutuan mahasiswa), salah satu organisasi khusus punyamu. Topik renungan pada acara itu memberikan pencerahan bagiku sehingga kini aku menjawab tanpa ragu, ’Bukan keterpaksaan aku ada di tempat mu, tetapi Tuhanlah yang memilih aku untuk ada di tempatmu, dan karena aku sudah menjadi bagian dari milikmu, maka aku pun siap untuk diubah”. Dia membuat aku tercengang, entah apakah aku harus senang atau sedih mendengar jawaban itu. Tetapi aku cukup bersyukur karena bukan keterpaksaan orang-orang datang kepadaku tapi karena mereka terpilih untuk menjadi wargaku.

Sebelum warga baru si Coklat itu dan teman-temannya yang memilih menjadi warga seluruh warna mitraku mulai berkiprah di dalamku, aku mau mereka mengenal siapa diriku secara lebih mendalam lewat PPMB. Dengan pengenalan seperti itu, mereka kuharapkan dapat beradaptasi, tumbuh, dan berkembang di dalamku sebagaimana kami cita-citakan bersama sehingga ketika mereka kulepas ke masyarakat melalui acara wisuda kelak mereka mereka benar-benar menjadi garam dan terang. Aku membuat acara PPMB itu selama 5 hari. Selama lima hari itu mereka diperkenalkan dengan bagian-bagianku dan bertatapmuka serta berinteraksi dengan warga dan alumniku.

Tahun ini, anggota masyarakat yang sepakat menjadi wargaku datang dari berbagai wilayah—dari Sabang, Cawang, hingga Merauke. Tugasku pun sekarang  menjadi lebih banyak. Selain mencerdaskan warga baru dari warna-warna yang ku sebut, tetapi menjadikan mereka lebih berintegritas dan berkarakter. Adalah kewajibanku membantu mereka menjadi pemimpin, bukan menjadi pengekor. Mereka harus bisa seperti alumniku yang sekarang menjadi leader of assembly municipal level, atau ketua DPD atau ribuan alumniku yang lain yang menjadi pemimpin di bidang masing-masing.

Untuk melihat manfaat pelaksanaan PPMB selama 5 hari itu, akupun kembali bertanya kepada salah satu warga baru si Coklat, ”Apa kesanmu selama mengikuti PPMB?” Dia menjawab, ”Aku merasa, selain mempunyai orang-orang berintegritas dan berkarakter, engkau mempunyai orang-orang yang selalu mendukungmu dalam doa, waktu, maupun materi. Tanpa mereka kamu tidak bisa berdiri sampai saat ini. Dengan keberadaan mereka, sekalipun berbagai masalah melanda dan isu-isu negatif ditiupkan berbagai pihak yang tidak menyukai keberadaanmu, engkau bisa tetap tegar. Itulah sebabnya aku menyukaimu.”  Aku melanjutkan, ”terima kasih atas respon positif mu. Terus apa harapamu untuk ku?” Warga baru si Coklat itu merespon, ”Aku harap dengan keberadaan orang-orang yang mendukungmu dari belakang kamu tidak larut dalam kemegahan. Biarlah kamu menjadi terang  dalam kegelapan, bukan menjadi terang di tempat yang terang. Karena jikalau kamu menerangi tempat yang terang, sia-sialah terang yang kau pancarkan. Mereka tidak membutuhkan sinar itu. Tetapi jikalau kamu menerangi tempat gelap maka semua orang yang ada didalamnya membutuhkanmu.”

Jawaban dan harapan si warga baru ini beserta teman-temannya kucatat untuk kupahami agar aku semakin mampu membantunya mewujudkan harapan mereka masing-masing. Semoga pada tahun-tahun berikut aku kembali didatangi lebih banyak warga baru untuk kulayani, kuberikan terang, dan kumampukan untuk melayani dan menerangi bangsaku tercinta.

* SI BIRU [Pemenang II Lomba Esai Kreatif Pada Acara Program Pembinaan Mahasiswa Baru FKIP-UKI 2010/2011]