Seminar Regional “Current Trends in English Teaching”

Pada hari Sabtu, 24 Juli 2010, Program Studi Pendidikan Bahasa inggris FKIP-UKI menyelenggarakan “Regional Seminar Current Trends in English Teaching. Menurut Hemat Purba, Ketua Prodi Pendidikan Bahasa inggris FKIP-UKI, seminar yang dilangsungkan di Ruang Seminar UKI, Video Conference Room dan beberapa ruang perkuliahan ini diselenggarakan sebagai forum bagi guru-guru, praktisi dan akademisi bahasa Inggris berbagi pengalaman, informasi, dan ide-ide terkini dalam pengajaran bahasa Inggris—baik di sekolah formal maupun informal. Dilihat dari jumlah makalah yang dikirim kepada panitia untuk diseleksi sebagai materi untuk disajikan di sesi paralel cukup banyak, terlihat bahwa animo guru-guru bahasa Inggris untuk mengikuti program seperti ini cukup besar.

Seminar yang dihadiri 146 guru bahasa Inggris dari segala jenjang pendidikan, mahasiswa, maupun akademisi pengajaran bahasa Inggris ini diawali dengan sesi plenary yang menyajikan makalah “Tren Terkini Dalam Pengajaran Bahasa Inggris.” Selama sekitar 40 menit, dalam sesi ini Parlindungan Pardede mengungkapkan bahwa penggunaan bahasa Inggris sebagai lingua franca utama di era global ini membuat tren pengajaran bahasa Inggris tidak terlepas dari fenomena globalisasi itu sendiri. Menurut salah satu dosen tetap Pendidikan Bahasa inggris FKIP-UKI ini, pengaruh globalisasi terhadap pengajaran bahasa Inggris terlihat dalam tiga hal. Pertama, kemahiran berbahasa Inggris terus meningkat karena penggunaannya yang semakin intensif dalam semakin banyak sektor kehidupan. Akibatnya, kebutuhan akan guru bahasa Inggris akan terus meningkat. Kedua, penggunaannya dalam berbagai situasi di berbagai tempat yang beragam akan meningkatkan keberadaan fenomena “Englishes”, sebuah kesempatan dan tantangan baru bagi guru-guru bahasa Inggris. Ketiga, penggunaan sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi yang semakin masif dalam kehidupan masyarakat, termasuk dalam pengajaran bahasa Inggris. Konsekuensi dari ketiga fenomena ini adalah: selama beberapa dekade yang akan datang, bidang pengajaran bahasa Inggris akan sangat prospektif. Akan tetapi, peluang yang begitu besar tersebut akan sia-sia jika guru bahasa Inggris tidak terus mengembangkan diri agar dapat menjawab segala tantangan yang senantiasa berjalan seiring dengan peluang yang tersebut.


Presentasi tersebut kemudian disusul dengan tanya-jawab yang sangat seru. Mungkin karena isi presentasi sangat menarik bagi peserta, pertanyaan yang diajukan susul menyusul, sehingga waktu 90 menit yang disediakan panitia berlalu tidak terasa.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi paralel pertama, yang menyajikan 5 makalah di 5 ruangan yang berbeda. Menurut Situjuh Nazara, ketua panitia, dalam seminar ini dilaksanakan empat sesi paralel. Dengan demikian, terdapat 20 makalah yang dipresentasikan. Topik yang dibahas dalam 20 makalah itu cukup beragam, seperti laporan hasil Action Research, manajemen kelas bahasa Inggris, mengajar bahasa Inggris via blog, menggunakan short stories untuk mengajarkan kemahiran berbahasa, membuka kelas di wiki, mengajarkan kosa kasa melalui Bingo Games, dan lain-lain. Pada awalnya makalah-makalah yang dipresentasikan direncanakan diterbitkan dalam sebuah prosiding. Namun karena sebagian makalah itu perlu ditulis lebih mendalam untuk memenuhi syarat keilmiahan, untuk saat ini rencana tersebut diputuskan untuk ditunda. “Dalam waktu dekat Program Studi Pendidikan Bahasa inggris FKIP-UKI akan mencoba memfasilitasi pelatihan penulisan artikel ilmiah untuk membantu guru-guru bahasa Inggris di Jabodetabek menghasilkan tulisan yang sesuai dengan tuntutan karya ilmiah. Dengan demikian, pada seminar yang akan datang, penerbitan prosiding seperti ini sangat mungkin dilakukan,” papar Situjuh Nazara.

Sebelum acara penutupan panitia pelaksana memfasilitasi acara ramah-tamah, dan poin utama yang dihasilkan adalah timbulnya keinginan bersama para peserta untuk membentuk sebuah forum bagi guru-guru bahasa Inggris se-Jabodetabek, yang dapat digunakan sebagai wadah untuk saling asah, asih dan asuh. Para peserta sepakat agar  Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP-UKI memfasilitasi terbentunya forum itu. Atas nama Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP-UKI, Parlindungan Pardede menyatakan akan berupaya optimal untuk mewujudkan hal itu dalam waktu yang tidak terlalu lama.